ETAPE 1 (JATIASIH-TAYU) = HR 054 'JATAYU'
Ebisuzawa Kurumi (Gakkou Gurashi!) - HR 054 'Jatayu'
Kru yang berdinasDriver = Mas Aris (Full Jatiasih-Tayu)
Kernet = Mas Heri
Dimulai pada tanggal 26 April 2019 dimana mimin bergegas ke Jatiasih untuk mengejar waktu sholat Jum'at sekaligus membayar sisa uang tiket yang di bayar setengahnya pada tanggal 24 sebelumnya. Mimin berangkat dari rumah sekitar jam 9 dan tiba di Jatiasuh sekitar jam 11 kurang. Incaran mimin kali ini adalah HR 054 'Jatayu' yang dikenal sebagai artis Jatiasih. Akronim Jatayu pada armada ini memiliki 2 makna yakni :
1. Jatayu adalah tokoh protagonis dari wiracarita Ramayana, putra Aruna dan keponakan Garuda. Ia merupakan saudara Sempati. Ia adalah seekor burung yang melihat bagaimana Dewi Sita diculik oleh Rawana. Ia berusaha melawan tetapi kalah bertarung dan akhirnya mati. Tetapi ketika belum mati dan masih sekarat masih bisa melaporkan kepada Sri Rama bahwa Dewi Sita istrinya diculik. Tempat di mana Sri Rama menemukan Jatayu yang sedang sekarat dinamakan "Jatayumangalam", sekarang dikenal sebagai "Chadayamangalam", terletak di Distrik Kollam, Kerala, India. Batu besar di tempat tersebut dinamai "JatayuPara", diambil dari nama Jatayu. Tempat itu dimanfaatkan sebagai objek wisata. Source
2. Akronim dari trayek armada ini yakni Jatiasih-Pati-Tayu / Jakarta-Tayu
Dikarenakan HR 054 berangkat jam 4 sore jadi mimin bisa istirahat agak lama di Jatiasih. Tepat sekitar pukul 15.58 WIB ditengah gerimis yang syahdu berangkat dari Jatiasih dan langsung disambut kemacetan dimana-mana. Mas Aris, sang driver istimewa pada perjalanan ini memutuskan untuk melewati jalur Cipendawa-Narogong yang nantinya mengarah ke Bekasi
All aboard! Siap diberangkatan dari Jatiasih
Melintasi jalur alternatif via Cipendawa-Narogong
Pukul 16.54 WIB tiba diagen Bekasi Timur, dan tampaknya beberapa bis AKAP lainnya seperti Pahala Kencana, Agra Mas BM 087, Sudiro Tungga Jaya 03 'La Samba' dan sesama armada Haryanto yakni HR 035 'Seloaji'
Mampir Bekasi Timur
Pukul 17.12 WIB berangkat dari agen Bekasi Timur dan melewati tol JaPek (Jakarta-Cikampek) dan kemacetan langsung menyambut kami hingga Cikarang
Kusutnya tol Jakarta-Cikampek akibat proyek sekitar tol
Did you believe it ? Ketemu artisnya Cipali yakni Mekar Prima AlFarruq (Mr Gaplex style) ditengah kemacetan
18.21 WIB tiba agen Cikarang dan dibelakang HR 054 masuk HR 012 'Klangenan' a.k.a Ushio 'Kai Ni ver' & HR 123 'Striker Reborn' a.k.a Harusame 'Kai ver'
Mampir agen Cikarang
Baru berangkat sempat berhenti lagi, ternyata masukin paketan motor kedalam bagasi ditempat agak lapang
Pukul 18.36 WIB lepas Cikarang dan masuk tol lagi bersama HR 012. Permainan alot ala HR 012 ditengah derasnya hujan yang kembali menyapa membuat HR 054 memilih jalan santai hingga Rest Area KM 57. Pukul 19.20 WIB nyolar di rest area KM 57 sekitar 5 menit. Dikala baru berangkat dari KM 57 mimin melirik ada yang baru masuk dan ternyata Sudiro 05 'De Oranje', entah bakal menyusul kami tidak namun dalam kenyataannya tidak. Masuk segmen tol Cipali bersama Laju Prima dan Karina. Ditengah syahdunya hujan, HR 054 mengovertake Ramayana & Laju Prima lagi. Hujan pun sempat mereda, HR 054 mulai memanas dengan mengovertake Sinar Jaya, sebuah bis Pariwisata, Titan Nirwana, dan Teguh Jaya. Soal kecepatan Mas Aris tidak diragukan lagi, HR 054 menginjak 120 km/jam dan sempat terekam dikamera. Kecepatan armada ini kalau dinilai lumayan banter namun tetap nyaman.
Menembus gelapnya Cipali.
NB : Sebelum menginjak 120 km/j
Hujan kembali menyapa dan HR 054 memutuskan bermain santai lagi dan membuntuti sebuah bis Pariwisata. Tidak lama hujan kembali mereda dan mas Aris mulai menjebek gas lagi. Kali ini Agra Mas & Harapan Jaya Avante menjadi korban overtake HR 054 disusul 3 bis Pariwisata, 3 Sinar Jaya, Eagle High MB 205, TRAC, Big Bird, HarJay, Garuda Mas, LP Lamborghini menjadi korban keganasan burung Jatayu asal Jatiasih ini. Permainan Mas Aris menjadi tontonan yang menarik selama perjalanan dimulai main bahu jalan dikala kondisi terdesak apalagi gas pol sampai spedometer mentok. Sekitar pukul 21.07 WIB masuk gerbang tol Palimanan. Sempat lepas gerbang tol Palimanan bis menepi dikarenakan ada armada milik Po Haryanto HW 11 'Al-Furqon' eks HR 86 'Sun Breaker' menepi dipinggir jalan entah kenapa lagi namun sempat tidak lama kemudian HR 054 berangkat lagi. Lalu HR 054 kembali beraksi dengan mengovertake Sinjay dan Melody Transport. Menjelang exit Kanci disetel lagu pop Indonesia seperti band Seventeen dan lainnya (Soal video trip report pada bagian ini nanti ditimpa lagu NCS / free copyright dikarenakan pada file video aslinya mengandung lagu yang bercopyright yang dirasa agak ketat) plus disungguhi aksi mengobrak-abrik barisan bis Pariwisata meski tidak sampai paling depan dikarenakan exit Kanci sudah dekat. 21.28 WIB exit Kanci dan ketika mau masuk rumah makan konvoi bersama armada Langsung Jaya 'Semi'. HR 054 tiba RM Menara Kudus Cirebon pukul 21.44 WIB dan sudah terpakir HR 039 'Elephent Strong', HR 004 'Undercover', HR 162 'Non Stop', HR 012 'Klangenan', HR 163 'Axelle Reborn', HR 035 'Seloaji' dan HR 014 'Classic'.
Pit stop RM Menara Kudus Cirebon
Pukul 22.24 WIB HR 054 berangkat kembali dari RM MK Cirebon dikendali Mas Aris. Sempat mimin heran karena biasanya ada pergantian driver lepas rumah makan namun kali ini tidak. Sebenarnya mas Aris akan memegang kendali penuh dari awal hingga akhir tanpa pergantian driver dititik manapun alias ngengkel dan patut diancungi jempol karena bisa membawa armada dari awal hingga akhir dengan selamat. Lepas RM MK Cirebon disambut overtake Transzentrum MK TZ 100 'USS Nimitz' a.k.a Honma Meiko 'Menma'. HR 054 mengikuti TZ 100 lalu mengovertake TZ 100. HR 054 berlari solo tanpa ada lawan hingga tampak HR 014 sedang lari sendirian namun 014 mengalah dikarenakan akan isi saldo kartu e-money di Alfamart terdekat bersama 2 Eagle High. Masuk gerbang tol Brebes Barat pukul 23.07 WIB. Masuk tol Transjawa segmen Brebes Barat - Weleri HR 054 menunjukkan eksitensinya sebagai pelari tersembunyi dari Jatiasih dengan mengovertake 2 Eagle High, Sahabat, Arlindo Trans, 2 Armada Jaya Perkasa (Salah satu armadanya eks Semanta dengan bodi Scorpion X), 2 Starbus, Puspa Group, Kramat Djati, dan 2 bis Pariwisata dengan livery mirip bis Gapuraning Rahayu eks Efisiensi (?). Ditengah sprint malam ini HR 054 melesat cepat bagai burung Jatayu dan menambah 2 km/j untuk mencapai speed record yang tercatat dalam perjalanan ini (Dalam artian mencapai 122 km/j).
Night cruise on Transjawa.
HR 054 sempat membuntuti Harjay berbodi Legacy SR2 sebelum exit Weleri menanti kami. Tidak lama lepas simpang Weleri HR 035 'Seloaji' mengovertake HR 054 dan menghilang meski ketemu lagi di Pom Weleri samping Rumah Makan Sari Rasa, Kendal. Sekitar pukul 00.35 WIB tiba di Pom Weleri dan tampak HR 035 terlebih dahulu tiba.
Menikmati tengah malam berduaan bersama HR 035 'Seloaji'
10 menit kemudian berangkat dari Pom Weleri dan melewati jalur Pantura sayangnya Pantura tidak seramai setelah tol Transjawa beroperasi. Kenapa lewat Pantura ? Karena ada penumpang turun di Kendal dan Krapyak
Sepinya pantura...
Lepas Krapyak masuk tol lingkar Semarang dan bertemu dengan Garuda Mas 'New Insyaf'. Mimin menikmati indahnya kota Semarang dimalam hari bilamana lewat tol sebagaimana dalam gambar ini
Melintasi tol lingkar Semarang.
NB = Bayangan hitam yang pada gambar sebenarnya adalah Mas Heri, kernet pada perjalanan ini
Dikarenakan macetnya petak jalur utama Semarang-Demak lepas Terboyo, Mas Aris memutuskan untuk exit Gayamsari lalu mengambil jalan tikus via Alastua (Tepat jalur tikus ini melewati stasiun Alastua), Karangroto, Karangasem, perempatan Onggorawe, Bulusari, Pamongan dan Karangtengah yang tembus kearah jalur utama Semarang - Demak
Blusukan dijalur sangat sempit ini malah semakin menarik perhatian mimin karena jalur yang dilewati benar-benar jalur tikus dan hanya jalan pedesaan. Tidak hanya itu saja, ternyata saat mau mengarah kearah Demak tepatnya di daerah Pamongan mimin melihat New Shantika SE 'Champion-Pelan tapi pasti' a.k.a Nagasawa Kimie juga ikut blusukan lewat jalur tikus ini.
Mbak Shanti SE 'Champion' ikut blusukan juga
Setelah rejoin kejalur utama Semarang-Demak membuat sedikit lega karena berhasil menghindari macet parah lepas Terboyo. Sekitar pukul 02.48 WIB HR 054 tiba diterminal Kudus dan mulai dari titik ini mimin langsung tidur pulas karena sudah ngantuk.
Landing Kudus
Sejam kemudian mimin terbangun dan sudah dekat Tayu dan pukul 04.07 WIB HR 054 tiba dicucian Tayu tepatnya samping pom bensin. Tampak Garuda Mas, HR 070 'Black Diamond', HR 041 'Tormenta' dan HR 004 'Undercover' yang sudah tiba terlebih dahulu di Tayu. Entah tidak lama kemudian bis puter arah kearah Pati, tidak taunya mau nurunin penumpang rombongan dan pukul 04.27 WIB masuk cucian Tayu yang selanjutnya idle.
Landing Tayu
Overall perjalanan semalam bersama burung Jatayu dari Jatiasih ini benar-benar istimewa dan mimin mengrekomendasikan untuk kalian untuk menjajal armada ini. Meskipun terekspos akibat ketenarannya tetapi soal lari benar-benar masih terasa tersembunyi hehehehe.
Top speed record HR 054
You did a good job there Kurumi-chan :D
Penilaian
Armada = 100
Interior = 100
Aksesoris = 98
Kecepatan = 92
Kru = 100
Overall 98 (RECOMMENDED!)
Sekian untuk para pembaca yang telah membaca trip report HR 054, semoga bisa menjadi bahan referensi para pembaca yang mau touring naik bis :D. Happy nice day
Video trip report
Part 1 (Jatiasih-RM Menara Kudus Cirebon)
Part 2 (RM Menara Kudus Cirebon-Kudus)
Part 1 (Jatiasih-RM Menara Kudus Cirebon)


























No comments:
Post a Comment